Langsung ke konten utama

AKU SUKA HUJAN

AKU SUKA HUJAN
Oleh: Dilla Fitri Widowati

Aku suka hujan
Karena dalam iringannya kita pernah bersua
Aku suka hujan
Sebab kau adalah pawangnya

Kita pernah bersua di tengah rerintiknya
Bersitatap dan memaku pandang
Ditemani sayup reranting saling bersambut dengan tetes air

Tak lama, hujan usai
Meninggalkan kita yang masih terpaku
Lalu aku bertanya, kenapa hujan cepat pergi
Kau bilang, ia takut padamu

Sejak hari itu aku suka hujan
Sebab kau adalah pawangnya
Hujan akan membawamu datang
Menemuiku yang menantimu di setiap mendung dan terang
Hingga aku tersadar
Bahwa aku tak bisa menemuimu sesuai inginku

Surakarta, 12 Oktober 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEBUAH KISAH 1

SEBUAH KISAH 1 oleh: Dilla Fitri Widowati Telah banyak noda yang ku gores pada nisanmu Hingga aku tak sanggup melihatnya Lihatlah diriku sekarang ini Ibu Betapa memilukan waktu yang terus mengejekku Aku tahu Takdir tengah mengujiku Dan permainan baru telah dimulai Tapi sudikah Tuhan menjawab doaku Untuk mengembalikan suaramu dalam ingatku Ku rasa tidak Ku rasa tak perlu Aku seringkali membait kisahku dalam sajak singkat Ku biarkan rentetan debu meramu dan membacanya Hingga suatu saat nanti titah ini akan sampai pada muara Di mana aku juga akan membait kisah ibuku yang sangat ku rindu Terlalu banyak yang ku bendung sendiri Tanpa tahu di mana harus ku bagi Atau pada siapa aku berbagi Datanglah malam ini Dan bujuklah fajar agar enggan kembali..

Angin dan Rinduku

ANGIN DAN RINDUKU oleh: Dilla Fitri Widowati Rinduku mengiba saat senja Menghitung langkah yang kau ayun Begitulah yang biasa ku perbuat Untuk membingkai rasa yang kian lekat Aku ingin bersandar dalam kemelutmu setiap saat merasakan detakmu Barangkali ada namaku di situ Aku seperti halnya debu Membuntuti langkahmu setiap waktu Selamanya akan tetap begitu Meski angin menerpaku dengan hembusan tanpa jeda waktu..

Dilla Fitri Widowati : Senja II

SENJA II oleh: Dilla Fitri Widowati Rimba cahaya merah saga Merambah semesta saat senja Dalam balut duka di penjara Debur semangat membahana Lentera memancar semburat dari matanya Memaku segala derita Membuncah dari laguna sukma      Lukisan tanda bahagia              Menyusup dalam benak Nama indahnya melebur dalam setiap doa Putri kusuma, ayu bakti lan setiti Itulah sang kartini Bias bias nya kan merambah Untuk langkah generasi yang merekah..