MENGASUH KEBAHAGIAAN Oleh : Dilla Fitri Widowati Aku terperanjat ketika Dinda, putriku yang kini tengah duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar mengajukan sebuah pertanyaan padaku. Sore itu, aku sedang berdiri melamun menghadap jendela, menyaksikan kerumunan awan sisik mengekor angin ke barat. Pertanyaan Dinda yang singkat, padat, dan menohok, tak ayal membuatku tergagap. “Ibu, kenapa diam saja?” Dinda kembali bertanya. “Dinda, sore ini dingin sekali. Ibu harus menyiapkan air hangat untukmu mandi. Kalau tidak, putri ibu yang cantik ini bisa masuk angin”. Aku tak tahu harus bilang apa pada Dinda. Aku berlalu, bukan ke dapur untuk merebus air, tetapi ke kamar untuk menumpahkan air. Air mata yang kutahan sedari tadi. Sebenarnya pertanyaan Dinda sangat sederhana. Dia hanya menanyakan mengapa orang tuanya tak punya foto pernikahan. Tapi, untuk pertanyaan sesederhana itu, aku tak punya jawaban untuknya. Air mataku tumpah ruah. Diiringi hujan y...
Sebuah blog sederhana yang menampung beberapa karya