MENGAPA DIMAS ? Oleh : Dilla F. Widowati Air mataku jatuh seiring sesak yang terus mengimpit dada. Di tengah kerumunan asing ini, aku yakin tak ada yang peduli padaku. Biarlah aku menangis. Toh mereka semua tak mengenalku. Aku terduduk di pojok ruangan yang ramai, namun terasa sepi bagiku. Aku mencuri pandang ke sekeliling sambil berusaha menahan air mata yang tak juga mau berhenti mengalir. Semuanya tampak bahagia, hanya aku saja yang tak bisa menahan gejolak, untuk terus berduka. *** “Mbak Sarah ya?” “Eh, iya. Kamu pasti anak baru yang katanya pindahan dari kantor cabang itu ya?” “Iya Mbak. Kenalin nama saya Dimas” “Selamat datang di kantor pusat ya Dim, semoga betah” “Makasih Mbak Sarah. Oiya, saya belum kenal staff-staff yang ada di sini, kalau saya kesusahan, boleh minta bantuan Mbak Sarah ya?” “Oh ya boleh dong. Udah tugas saya kali bantuin kamu. Kan kamu masuk divisi saya. Oh iya Dim, jangan panggil...
Sebuah blog sederhana yang menampung beberapa karya