AYAH, Begitu Aku Memanggilmu (untuk Ayahku, yang terus berjuang buatku seorang) oleh: Dilla Fitri Widowati Tak terbayang Aku akan bertempur sendirian, selama delapan rotasi musim ke depan Aku yang hanya suka berandai Akan membait kisah baru yang sangat tak ku tahu Kini semua memaksa Hingga aku sulit mengenali ritme nadiku sendiri Saat waktu mulai curiga padaku Aku biasa memalingkan muka padamu Tapi, selama delapan musim itu Kau pun akan jauh dariku Aku tahu Ayah.. Sepanjang usiaku Tak pernah sanggup ku utarakan rasa sayangku Hingga ku sadari, kini aku tetap jadi putri kecilmu Kau bukan saja ayah Bahkan lebih dari seorang ibu bagiku Maaf Ayah.. Aku tak menulis banyak kiasan Sebagaimana yang sering ku toreh dalam syairku Karena ini bukanlah syair Dan juga karena tak ku temukan kiasan yang mampu melukis sosokmu Ayah.. Aku akan kembali kelak Bersama asa yang kau titip di bahuku Tapi, asa itu akan ku ubah lebih dulu Menjadi gurat bahagia yang kan ku semat dalam...
Sebuah blog sederhana yang menampung beberapa karya