Langsung ke konten utama

AWAN-AWAN SISIK

AWAN-AWAN SISIK
Oleh: Dilla Fitri Widowati

Terkadang aku ingin sekadar menikmati cuaca pagi bersamamu
Meneguk pahit manis kisah hari lalu di beranda
Berdua saja
Hanya kita

Lalu kita saling menatap
Memastikan bayangan siapa yang hinggap di pelupuk masing-masing
Saat kudapati bayangku ada di situ
Aku akan tersenyum untukmu
Senyum yang katamu mampu memikatmu di kali pertama bertemu

Di beranda,
Kita akan sama-sama menengadah
Memaku pandang ke arah awan-awan sisik bulan Januari

Itu hanya sebuah ingin
Yang kusemat bersama embun di setiap awal musim
Berjalanlah terus
Sampai kelak Tuhan menuntunmu tiba di pekarangan rumahku
Yang bermahkota embun dalam genggammu

Blitar, 24 Januari 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEBUAH KISAH 1

SEBUAH KISAH 1 oleh: Dilla Fitri Widowati Telah banyak noda yang ku gores pada nisanmu Hingga aku tak sanggup melihatnya Lihatlah diriku sekarang ini Ibu Betapa memilukan waktu yang terus mengejekku Aku tahu Takdir tengah mengujiku Dan permainan baru telah dimulai Tapi sudikah Tuhan menjawab doaku Untuk mengembalikan suaramu dalam ingatku Ku rasa tidak Ku rasa tak perlu Aku seringkali membait kisahku dalam sajak singkat Ku biarkan rentetan debu meramu dan membacanya Hingga suatu saat nanti titah ini akan sampai pada muara Di mana aku juga akan membait kisah ibuku yang sangat ku rindu Terlalu banyak yang ku bendung sendiri Tanpa tahu di mana harus ku bagi Atau pada siapa aku berbagi Datanglah malam ini Dan bujuklah fajar agar enggan kembali..

Angin dan Rinduku

ANGIN DAN RINDUKU oleh: Dilla Fitri Widowati Rinduku mengiba saat senja Menghitung langkah yang kau ayun Begitulah yang biasa ku perbuat Untuk membingkai rasa yang kian lekat Aku ingin bersandar dalam kemelutmu setiap saat merasakan detakmu Barangkali ada namaku di situ Aku seperti halnya debu Membuntuti langkahmu setiap waktu Selamanya akan tetap begitu Meski angin menerpaku dengan hembusan tanpa jeda waktu..

Dilla Fitri Widowati : Senja II

SENJA II oleh: Dilla Fitri Widowati Rimba cahaya merah saga Merambah semesta saat senja Dalam balut duka di penjara Debur semangat membahana Lentera memancar semburat dari matanya Memaku segala derita Membuncah dari laguna sukma      Lukisan tanda bahagia              Menyusup dalam benak Nama indahnya melebur dalam setiap doa Putri kusuma, ayu bakti lan setiti Itulah sang kartini Bias bias nya kan merambah Untuk langkah generasi yang merekah..