KITA DAN CAKRAWALA
oleh: Dilla Fitri Widowati
Reranting untaian waktu
Menghujamkan bait senyummu
Di balik tirai masa yang membubuhkan segala risau
Kepada angin yang berhembus malu-malu.
Sepertinya baru hari lalu
Mega menyapa kita saat terduduk di tengah kota
Kita bermahkota harap
Angkasa menjadi atap tempat doa mengiba
Arus kehidupan mengukir berjuta lekuk di bias wajahmu
Selengkung senyum senantiasa membingkai satu demi satu,
Langkah yang menerobos kabut abu-abu
Kali ini aku akan melukiskan garis-garis setapak yang pernah kita jejaki
Garis semu yang membayang dalam nafas dan detak
Mungkin sosokmu akan tenggelam seiring terbenamnya fajar
Tapi hikayat tentangmu akan mengorbit sepanjang masa di tepian cakrawala..
Komentar
Posting Komentar